"Mereka tak lagi menyerang program, tetapi justru fisik. Bagi kami, hal semacam ini sudah tidak sehat lagi. Kami bersama dengan teman-teman mendeklarasikan Relawan Anti Hoax untuk Khofifah," ujarnya.
Aan mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan penyelenggara pemilu terkait potensi serangan hoax dan kampanye hitam tersebut. Harapannya, sejumlah upaya tidak sehat dalam proses Pilgub Jatim bisa diantisipasi sehingga proses demokrasi berjalan sportif.
"Kami punya tim cyber yang dikomandani teman-teman mahasiswa. Mereka ini yang nanti berkoordinasi dengan tim cyber Polda Jatim dan Polres se-Jatim. Begitu ada temuan, kami akan langsung laporkan ke Bawaslu Jatim untuk ditindaklanjuti," ungkapnya.
Tak hanya itu, melalui koordinasi tersebut, pihaknya juga bisa mendapatkan pemahaman tentang mana yang termasuk kategori hoax, pidana, atau kasus pelanggaran Undang-Undang ITE. "Bagi kami, semua upaya ini penting untuk menangkap segala bentuk serangan," katanya.