Di luar itu, Kiai Marzuqi juga memberikan apresiasi kepada KPU yang sudah melaksanakan kewajibannya dengan baik, meski dalam beberapa catatan harus ada yang perlu ditingkatkan.
“Kalau ada yang menolak kadang agak lucu, Pilegnya diterima Pilpresnya dianggap curang. Terus ada penggelembungan DPT, kalau dia suara Pilpres ada, suara pileg, kalau Pileg diterima Pilpres ditolak,” katanya.
Pada Pemilu 2019 ini, ujar dia, NU memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk tidak salah pilih. Bagi NU, masyakat janga sampai memilih kelompok yang justru bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45 bahkan memilih yang bakal menghancurkan ideologi bangsa tersebut.
Selanjutnya Kiai Marzuqi mengingatkan bahwa muslim Indonesia dan NU memiliki akidah Ahslusnnah Waljamaah. Jangan sampai terjebak pada akidah lain, karena hanya Aswaja yang memiliki nilai toleransi yang memiliki sifat merangkul dan akomodatif.
Dia juga mengaku akan merangkul semua kelompok masyarakat untuk kembali bersama sama menjaga persatan dan kesatuan. Dengan begitu, suasana aktivitas sosial di perkampungan tetap harmonis meski berbeda pilihan.
“Kita butuh yang namanya kerukunan. Jangan sampai salah pilih, untuk kelompok yang intoleran itu kita memberikan pencerahan agar masyarakat paham. Masyarakat pilih yang mana itu hak mereka,” katanya.