"Ini sudah meresahkan. Tahun lalu pakai senapan, sekarang pakai anjing. Jadi banyak petani sekitar hutan yang mengeluhkan kasus ini (adanya para pemburu) ke ProFauna," katanya.
Dia meyakini perburuan lutung Jawa yang diketahui saat patroli rutin pada Kamis 15 Juli 2021 bukan dilakukan oleh warga sekitar lereng Gunung Butak.
"Kami cukup dekat dengan masyarakat itu kami lakukan pembinaan, kami yakin bukan masyarakat Princi, tapi masyarakat luar," ucapnya.
Menurutnya, beberapa warga justru mengeluh dan mengadu ke ProFauna terkait aktivitas perburuan yang melibatkan anjing - anjing ini. Sebab anjing yang diduga sebagai alat berburu lutung Jawa yang dilindungi, merusak lahan pertanian mereka.
"Warga ngeluh merusak tanaman pertanian di tepi hutan. Dengan anjing - anjing, anjingnya kalau ngejar hewan pasti mides - mides (nginjak - nginjak) tanaman," katanya.