Prihatin Kasus Sampang, Siswa SD Tergerak Tolak Kekerasan di Sekolah

Sony Hermawan
Seorang murid mendekap erat gurunya di aksi damai siswa SD Muhammadiyah 2 Surabaya melawan kekerasan di sekolah. (Foto: iNews/Sonny Hermawan)

Senada disampaikan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Choirotur Rosyidah. Dia mengatakan, aksi damai ini respons terhadap kasus kekerasan di salah satu sekolah di Sampang, Madura, hingga menimbulkan korban jiwa.

“Kami prihatin atas kekerasan yang masih terjadi dalam sekolah. Terlebih khusus kami prihatin atas korban di Sampang. Kami ikut berbela sungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.


Dia mengatakan, pihaknya menolak segala bentuk kekerasan dalam sekolah. Baik yang dilakukan guru kepada murid, murid kepada guru, maupun kekerasan lain antarsesama murid.

“Dunia pendidikan adalah kunci akhlak anak-anak menjadi lebih baik. Bisa menghormati orang tuanya, bisa menghormati gurunya, masyarakat dan pergaulan di lingkungannya. Bila masih terjadi, artinya ada sistem pendidikan yang gagal dalam sekolah itu,” kata Rosyidah.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penganiaya Satu Keluarga di Sampang Ditangkap, Pelaku Keponakan Korban

57 tahun lalu

Detik-Detik Siswi SMA Negeri di Sampang Melahirkan dalam Kelas saat Ujian, Terdengar Tangisan Bayi

57 tahun lalu

Bejat, Pelaku Pencabulan Remaja Sampang Bermodus Antar Bantuan, Kunci Korban di Kamar

57 tahun lalu

Tragedi Carok Berdarah di Sampang, 7 Orang Luka-Luka

57 tahun lalu

Heboh Penemuan Janin di Kamar Mandi Rumah Sakit Sampang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal