Presiden Jokowi Bergembira, Media Massa Masih Dipercaya Publik

Antara
Presiden Jokowi. (Foto: iNews.id/Isna).

Di era digital ini, kata dia, siapa pun dapat menjadi seorang jurnalis. Namun, tidak sedikit yang malah menyalahgunakan media sosial untuk menebar ketakutan di ruang publik.

Misalnya, kata Jokowi, saat pemerintah menyampaikan satu informasi yang berisi kabar baik dan fakta. Di satu sisi, ada pihak yang malah mengkritisinya, bahkan menyimpulkan hal tersebut sebagai satu pencitraan semata.

"Medsos ini kadang digunakan untuk menciptakan kegaduhan, ada juga yang membangun ketakutan pesimisme," katanya.

Jokowi berharap, di tengah kegaduhan dan masifnya peredaran berita bohong atau hoaks, media konvensional yang profesional dapat menjadi pengendali suasana. Tugas para awak media yang di media massa yakni mencari kebenaran dan fakta.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tinggalkan Solo, Prabowo Hanya Lambaikan Tangan usai Bertemu Jokowi

57 tahun lalu

15 Tempat Makan di Cimahi Terfavorit dan Enak, Nomor 10 Sering Dikunjungi Jokowi

57 tahun lalu

Nomor Satu dalam Survei, Kaesang: Alhamdulillah Peluang Menang di Jateng Sangat Besar

57 tahun lalu

Respons Kaesang Pangarep soal Wacana Duet dengan Ahmad Luthfi di Pilgub Jateng 2024

57 tahun lalu

Harapan Masyarakat Sumut, Prabowo-Gibran dan Bobby-Charles Lanjutkan Pembangunan Jokowi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal