Prabowo juga mengatakan, dia meyakini dua bakal calon gubernur (cagub) Jatim saat ini, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa, merupakan kader terbaik. Dia memilih Yenny Wahid bukan karena tidak menghormati keduanya, tapi demokrasi adalah pilihan. “Nanti malam saya akan konsultasi dengan beberapa teman dari partai lain. Tapi apapun keputusannya ini adalah demokrasi, tak ada masalah yang terlalu tegang, serius begitu,” ujar Prabowo.
Sementara itu, Yenny Wahid juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto atas tawaran yang disampaikan kepada dirinya untuk diusung di Pilgub Jatim. Sesungguhnya tawaran itu sudah dia pikirkan matang-matang karena datang dari Prabowo, sosok yang sangat dia hormati. Menurutnya, sejak mengenal Prabowo, visinya sangat jauh ke depan. Prabowo juga punya gagasan besar untuk Indonesia.
“Tawaran tersebut saya pertimbangkan dengan matang, namun kami keluarga Gus Dur meyakini punya tugas sejarah untuk menjaga bangsa ini dan memastikan keluarga NU tidak pecah. Oleh karena itu, kami tak boleh ikut masuk dalam kontestasi yang sedang berlangsung,” ujar Yenny.