Lalu di sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat.
Teguh juga mengingatkan, masuknya musim penghujan ini perlu disambut dengan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi. “Awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” ujarnya.
Sementara, Kasi Kedaruratan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Satriyo Nurseno mengaku, telah menyiapkan sejumlah antisipasi atas ancaman bencana tersebut, salah satunya dengan membuat posko siaga antisipasi bencana hidrometeorologi.
“Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada BPBD kabupaten/ kota, termasuk juga BMKG dan Basarnas. Sejumlah peralatan dan logistik juga sudah kami siapkan,” katanya.
BPBD juga sudah mengeluarkan surat imbauan yang ditandatangani Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono terkait kesiapsiagaan dan kewaspadaan ke pemerintah kabupaten/ kota pada 28 September 2020.