MALANG, iNews.id - Gempa besar dengan Magnitudo di atas 5 yang berpusat di Kabupaten Malang, Jatim disebut BMKG berpotensi kembali terjadi di wilayah itu. Sebab di selatan Jawa Timur terdapat dua lempeng aktif yang kerap beraktivitas.
"Ada tiga penyebab gempa bumi di Jatim. Pertama, gempa yang bersumber pada subduksi lempeng Indo-australia dan Eurasia di wilayah Selatan Jawa," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri, melalui diskusi virtual yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) pada Minggu (11/4/2021) sore.
Ma'muri menyebutkan, terdapat sumber-sumber sesar aktif yang bisa menimbulkan gempa bumi. Sementara penyebab ketiga gempa yang terjadi Jawa Timur, berasal dari luar subduksi lempeng.
Dalam hal ini gempa bumi yang disebabkan letusan gunung berapi. "Jatim memiliki banyak gunung berapi yang beberapa di antaranya seperti Semeru, Ijen, Bromo dan sebagainya," katanya.
Selain subduksi lempeng, Jatim ternyata memiliki sesar darat yang cukup aktif. Sesar ini dapat menimbulkan gempa di daratan. Meski kekuatannya kecil dan berada di kedalaman dangkal, efek kerusakan gempa ini lebih besar dibandingkan gempa subduksi.