Polisi Temukan 2 Ton Beras SPHP Bulog Diselewengkan ke Kemasan Premium

Avirista Midaada
Polisi dan tim Satgas Pangan Kabupaten Malang menelusuri suplai beras Bulog Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diperoleh pelaku pengoplosan. (Foto: Avirista Midaada).

MALANG, iNews.id - Polisi dan tim Satgas Pangan Kabupaten Malang menelusuri suplai berasBulog Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diperoleh pelaku pengoplosan. Pelaku Enik Hariyanti (37) warga Jalan Kubu RT 19 RW 2, Dusun Krajan, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, memindahkan isi beras tipe medium Bulog SPHP ke kemasan premium, serta dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Wakapolres Malang Kompol Imam Mustolih mengatakan, dari hasil penggrebekan di gudang rumah pelaku pihak Satgas Pangan Polres Malang mengamankan dua ton lebih beras SPHP yang disalahgunakan. Sebagian beras tersebut sudah dikemas ke kemasan lima kilogram merek Ramos Bandung, sebanyak 89 karung siap jual dengan total berat 445 kilogram.

"Kemudian ada 18 karung beras seberat 25 kilogram yang dikemas pada kemasan merk Raja Lele, dengan total berat 450 kilogram," ujar Imam Mustolih di Mapolres Malang, Kepanjen, Senin (18/3/2024).

Pada kesempatan itu polisi mengamankan 24 karung beras SPHP Bulog kemasan 50 kilogram yang belum dipindahkan. Total ada 1,2 ton atau 1.200 kilogram beras SPHP di kemasan 50 kilogram, yang diamankan.

"Kami juga mengamankan 320 buah karung kosong bekas pakai dengan merek beras Bulog kemasan 50 kilogram, satu buah timbangan digital, satu buah alat pres elektrik, satu alat jahit karung, dua buah gayung untuk memindahkan isi beras," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral! Balap Liar Dibubarkan Warga di Malang, Motor Pelaku Dirusak dan Dibuang ke Sungai

57 tahun lalu

Rem Blong, Truk Bermuatan 25 Ton Beras Kecelakaan di Salatiga

57 tahun lalu

Polda Jatim Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi Probolinggo di Batu dan Pasuruan

57 tahun lalu

Pemerintah Pastikan Pangan Aman, 44.000 Ton Beras Disalurkan ke Sumatera

57 tahun lalu

Menko PMK Sebut Kerumunan di Gudang Bulog Sibolga Bukan Penjarahan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal