Polisi Selidiki Importir Pakaian Bekas di Malang

Avirista Midaada
Polisi menyelidiki sejumlah importir pakaian bekas di wilayah Malang. Penyelidikan dilakukan pascaimpor pakaian bekas dilarang. (Foto: Ilustrasi/Antara)

MALANG, iNews.id - Polisi menyelidiki sejumlah importirpakaian bekas di wilayah Malang. Penyelidikan dilakukan pascaimpor pakaian bekas dilarang.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mencari keberadaan importir pakaian bekas yang ada di wilayah tersebut.

"Kalau kita bicara pedagang, berarti ada importirnya. Importirnya yang akan kami datangi dan teliti," ujar Budi Hermanto dikonfirmasi, Kamis (23/3/2023).

Buher, sapaan akrabnya, memastikan tidak akan menutup lokasi penjualan pakaian bekas impor di Kota Malang. Sebab, sebagian besar merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal ini mengingat kondisi perekonomian di wilayah Kota Malang baru kembali menggeliat usai pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.

"Terhadap penjual, ini harus kami lihat apakah dari pemerintah daerah memiliki aturan. Kami tidak serta merta (menutup tempat berjualan pakaian bekas itu)," katanya.

Dia menyatakan, Polresta Malang Kota akan berkomitmen untuk menjalankan perintah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan tindakan tegas terhadap penyelundupan pakaian bekas impor.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan di Malang, Motor dan Ambulans Tabrakan di Depan IGD RSSA

57 tahun lalu

Viral! Wanita di Malang Dinikahi Sesama Perempuan, Terbongkar saat Malam Pertama

57 tahun lalu

Polda Kaltara Ungkap Penyelundupan 55 Ballpress Pakaian Bekas Impor Ilegal

57 tahun lalu

Brutal! Pemuda di Malang Bunuh Teman Kencan di Kamar Kos gegara Tak Mampu Bayar

57 tahun lalu

TNI AL Sergap 2 Kapal asal Malaysia Bawa Barang Ilegal di Asahan, 3 Orang Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal