Padahal, lanjut Gus Choi, salah satu syarat untuk menjadi pemimpin dalam ajaran agama harus membuat rakyat memiliki harapan. "Mengarungi kehidupan itu salah satu syarat. Dalilnya ada di hadis-hadis kitab-kitab," katanya.
Terkait beberapa pernyataan dari Jokowi maupun Kiai Ma’ruf, seperti sontoloyo dan genderuwo, Gus Choi menyebut sebagai pendidikan politik. "Jokowi-Ma’ruf Amin bukan hanya sekadar bagaimana terpilih. Bukan sekadar bagaimana elektabilitasnya naik tapi juga memberikan pendidikan politik," tandasnya.
"Satu hal yang penting dalam pendidikan politik adalah mengajak rakyat untuk objektif. Boleh mengkritik tapi tidak boleh asal," ucapya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi menyampaikan banyak politisi sontoloyo di negeri ini. Ungkapan Jokowi inipun memantik reaksi kubu Prabowo. Bahkan, politisi Gerindra membalasnya dengan puisi "Sontoloyo".
Belum reda soal "Sontoloyo", Jokowi kembali mengeluarkan kosa kata baru "Politisi Genderuwo" yang lagi-lagi mencipatakan serangan balasan dari kubu Prabowo.