Pidato Menggetarkan Soekarno saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Solichan Arif
Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI. (Foto: ist)

Demikianlah, Saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka!. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air dan bangsa kita!. Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka, Negara Republik Indonesia-merdeka kekal abadi.

Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu!

Upacara kemerdekaan sekaligus pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia selesai. Dalam 'Berkibarlah Benderaku Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka' disebutkan semua berlinang air mata bahagia.

Fatmawati tiba-tiba memeluk SK Trimurti. Keduanya berangkulan dengan tangis tersedu-sedu. Fatmawati yang menjahit sang saka merah putih pada akhir tahun 1944. Ia menjahit bendera berukuran 2x3 meter saat hamil tua putra pertamanya (Guntur Soekarnoputra).

Semua yang hadir dan mengikuti Proklamasi Kemerdekaan itu juga saling berpelukan sekaligus berurai air mata haru. Indonesia telah merdeka.

“Pokoknya, semua semua menangis,” kenang Fatmawati seperti dikutip dari buku 'Berkibarlah Benderaku Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka'

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengenal Keroncong, Musik Kesukaan Bung Karno yang Dipromosikan hingga ke Mancanegara

57 tahun lalu

Monumen Kebulatan Tekad di Rengasdengklok Karawang, Abadikan Sejarah Kemerdekaan Indonesia

57 tahun lalu

Momen Haru Pertemuan Soekarno dan Musso sebelum Pemberontakan PKI, Ada Pelukan dan Air Mata

57 tahun lalu

Kisah Sepak Terjang Soebandrio, Kepala BIN era Soekarno yang Untungkan PKI

57 tahun lalu

Kisah Dewan Jenderal, Isu Pembunuhan Soekarno yang Muncul 4 Bulan sebelum G30S PKI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal