AKP Suyanto menjelaskan pesta miras oplosan ini diikuti oleh puluhan warga. Di Desa Bunut Wetan, tercatat ada 20 orang yang ikut mengonsumsi miras.
Sementara di Desa Sukoanyar, hanya empat orang yang ikut pesta miras. Namun, dari empat orang tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia.
"Yang di Bunut itu 20 orang, yang meninggal cuma dua, yang lain tidak apa-apa, minumnya Sabtu. Kalau yang di Sukoanyar yang minum miras empat orang, meninggal tiga, yang satu selamat, minumnya Minggu," ucapnya.
Menurut kepolisian, pesta miras oplosan diduga menggunakan minuman jenis anggur merah. Dari penyelidikan awal, ditemukan sebanyak enam botol miras. Namun kandungan di dalam minuman tersebut masih belum diketahui. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
"Yang diminum kan anggur merah, tapi kan yang minum banyak orang, yang lain kan tidak masalah, yang meninggal ini kenapa, saya pun tidak bisa jawab. Jadi masih dalam penyelidikan. Sisa minumannya akan saya lab-kan ke Polda," ucapnya.