“BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan,” kata Taufiq.
Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau lereng terjal diminta ekstra waspada. Ancaman banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang menjadi risiko nyata dari cuaca ekstrem Jawa Timur.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di area rawan longsor dan bantaran sungai yang berpotensi meluap. Pemerintah daerah diimbau menyiapkan langkah mitigasi, mulai dari penanganan darurat hingga sosialisasi ke warga.
Untuk mendukung kewaspadaan, masyarakat diminta rutin memantau pembaruan informasi cuaca. BMKG menyediakan citra radar cuaca WOFI dan peringatan dini 2-3 jam sebelum kejadian melalui kanal resmi, yang sangat penting di tengah cuaca ekstrem Jatim.
Adapun wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Bangkalan, Banyuwangi, Kota Batu, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
BMKG menegaskan agar masyarakat tidak mengabaikan peringatan dini cuaca ekstrem Jawa Timur ini. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan dinilai krusial untuk mengurangi risiko kerugian material dan melindungi keselamatan jiwa.