Mulai dari mendesain pola, mencanting malam, hingga proses pewarnaan dan perendaman, semuanya dilakukan dengan bahan alami.
Dia bahkan ikut mencoba membatik, berbaur dengan para pengrajin. Di sela kunjungan, dia membagikan alat tulis kepada anak-anak sekitar, yang disambut dengan senyum ceria.
"Ulur Wiji ini salah satu yang luar biasa sekali. Asli Mojokerto, yang perjalanannya sudah sejak pandemi Covid-19. Saya saat itu juga sempat bertemu dengan mereka dan turut mendukung dari sisi promosinya. Alhamdulillah, hari ini mereka sudah bisa ekspor. Ini membuktikan kekuatan mereka itu luar biasa," kata mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI ini.
Batik Ulur Wiji telah menembus pasar Kanada, Jepang, Australia, Malaysia dan Hong Kong. Coraknya tidak mengusung kekhasan daerah tertentu, tetapi justru menghadirkan tren fashion kreatif dan modern dengan sentuhan lokal yang kuat.
Kunjungan berlanjut ke rumah produksi keripik jagung milik Jumiati. Saat itu, Jumiati tak kuasa menahan air mata saat menyambut Angela yang datang langsung ke dapurnya yang sederhana.