Lebih lanjut Khofifah menjelaskan pembukaan arus lalu lintas mulai hari Minggu kemarin dilakukan setelah dilakukan loading test atau uji beban. Uji beban dilakukan dengan test dinamis dan statis (lendutan, getar) dan prestress/pemberian tegangan lebih dari standard oleh Prof Hidayat dari Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jembatan (KKJTJ) dengan hasil yang melebihi batas minimum yang dipersyaratkan.
"Mulai hari minggu kemarin arus lalu lintas sudah bisa melintasi jembatan Ngaglik dari dua arah," katanya.
Atas selesainya revitalisasi jembatan Ngaglik ini, Khofifah berharap arus lalu lintas maupun arus logistik bisa kembali lancar. Dia juga optimistis rampungnya revitalisasi jembatan ini juga akan mendukung kelancaran arus mudik lebaran masyarakat.
"Seluruh proses yang terkait dengan pemenuhan logistik bisa diakses lebih cepat karena akses jembatan ini memang sangat vital , saat ini banyak sekali logistik yang harus terpenuhi sebelum lebaran," ujarnya.
Diketahui, Jembatan Ngaglik Km Sby. 46+100 ambles hingga lebih dari 1 meter, Selasa (23/3/2022). Jembatan Ngaglik menghubungkan antarkabupaten di jalur poros pantura, yaitu Tuban, Lamongan, Gresik dan Surabaya.
Amblesnya jembatan ini sempat menyebabkan macet di beberapa ruas jalan di sekitar Lamongan dan Tuban. "Kemarin misalnya arus di Sedayu itu dua mingguan mengalami macet agak panjang. Sekarang InsyaAllah semuanya sudah bisa terurai dengan lebih baik lagi. Semoga semua aktifitas lancar semua," katanya.