Penjualan Pertamax di Malang Raya Turun hingga 20 Persen di Tengah Isu Pengoplosan

Avirista Midaada
Masyarakat saat mengisi BBM di SPBU Pertamina di Malang. (Foto: Avirista Midaada/MPI)

"Untuk SPBU yang dekat-dekat pesaing terutama itu cukup tinggi, bisa 20 persen. SPBU di kabupaten yang tidak ada pesaingnya itu di angka 3 sampai 5 persen," katanya.

Meski demikian, dia mengaku tak mau ambil pusing dan menyerahkan kasus itu ke Pertamina pusat. Termasuk bila ada komplain dari masyarakat mengenai dampak pengoplosan BBM yang muncul.

Pihaknya memilih untuk menjaga kualitas dan pengontrolan BBM pertamax dan BBM lain di wilayah Malang raya.

"Jadi fokusnya kami di lapangan menjaga jaminan kualitas dan kuantitas SOP harian yang dilaksanakan selama ini tetap dijalankan dengan baik. Dijaga dengan menunjukkan proses SOP QQ quality and qontrol kualitas dan kuantitas, yang selama ini telah dijalankan itu bisa berjalan dengan baik, untuk menjamin dan meningkatkan lagi kepercayaan masyarakat," ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Imbas Pertamax Naik Rp16.250, Mobil Pelat Merah di Sidoarjo Ikut Antre Isi Pertalite

57 tahun lalu

Dampak Kenaikan Harga Pertamax, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Bandung

57 tahun lalu

Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Warga Lamongan Beralih ke Pertalite

57 tahun lalu

Dampak Kenaikan BBM Non-Subsidi, Layanan Bus Sekolah Gratis di Gunungkidul Terpangkas

57 tahun lalu

Kebakaran di Pertamina Losarang Indramayu, Asap Pekat Membubung Tinggi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal