"Kondisi survivor menurut informasi terakhir yang dilaporkan, yakni survivor mengalami dislokasi dan memerlukan bantuan evakuasi karena medan yang sulit," ucapnya.
SAR juga mengerahkan tim tambahan dari berbagai unsur yang diberangkatkan pada Rabu pagi. Perjalanan menuju lokasi korban diperkirakan memakan waktu sekitar delapan jam dengan berjalan kaki.
"Estimasi perjalanan dari posko menuju lokasi survivor membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam. Hingga saat ini proses evakuasi survivor oleh tim SAR gabungan masih berlangsung," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, memastikan korban merupakan bagian dari tiga pendaki yang memasuki kawasan Gunung Semeru melalui jalur tidak resmi.
"Ada tiga orang pendaki yang berasal dari Semarang, Pasuruan, dan Malang, melakukan aktivitas pendakian menuju kawasan Gunung Semeru melalui jalur Candi Jawar Purbakala. Jalur yang digunakan bukan merupakan jalur resmi pendakian wisata yang dikelola BB-TNBTS," kata Rudijanta.
Dia mengingatkan, jalur Candi Jawar bukan pintu masuk resmi pendakian Gunung Semeru. Selain itu, pendakian menuju puncak Gunung Semeru masih ditutup karena aktivitas vulkanik dan pertimbangan keselamatan.
"Hingga saat ini pendakian menuju puncak Gunung Semeru masih ditutup sehubungan dengan aktivitas vulkanologi Gunung Semeru dan pertimbangan keselamatan pengunjung. Oleh karena itu, aktivitas yang dilakukan ketiga orang tersebut merupakan pendakian ilegal dan tidak tercatat dalam sistem pelayanan pendakian BB-TNBTS," ucapnya.