Hand sanitizer ini dibuat di RSUD Soewandhie dan dikerjakan oleh tenaga ahli tim farmasi. Bahkan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan BPOM, jika hand sanitizer yang diproduksi dapat digunakan asal tidak diperjualbelikan.
“Kami sebar di tempat umum gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun. Seperti di Mal Pelayanan Publik Siola, kantor pelayanan kecamatan, kelurahan, taman, balai kota, sekolah dan tempat wisata yang dikelola Pemkot Surabaya,” ucapnya.
Kepala seksi penunjang medik RSUD Soewandhie Surabaya Nevi Rahmi Alfiasari menambahkan, masa expired hand sanitizer tersebut mengacu pada beyond used date (BUD). Artinya, tanggal yang ditetapkan pada produk tersebut atau satu bulan setelah tanggal produksi.
Nevi menjelaskan, formula hand sanitizer ini terdiri atas alkhohol 96 persen, H202 sebanyak 3 persen, glycerol, dan aquadest ad. Selain itu, komposisi hand sanitizer ini juga sesuai dengan formula yang direkomendasi WHO.
“Dengan konsentrasi akhir mengandung alkohol 80 persen, glycerin dan H2O2,” kata Feny.