SURABAYA, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memanfaatkan aset Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) (warga miskin). Gagasan ini dibuat dengan harapan warga Surabaya bisa berdaya, sehingga ekonominya meningkat.
Wali Kota SurabayaEri Cahyadi mengatakan, MBR diharapkan bisa memanfaatkan aset milik Pemkot Surabaya, baik dalam sektor pertanian dan non pertanian. Seperti, jenis usaha cuci mobil, laundry, menjahit, rumah produksi batik, cafe, hingga sentra wisata kuliner.
"Surabaya memiliki banyak aset, maka untuk mengentaskan kemiskinan, gizi buruk maupun stunting, maka harus ada pekerjaan untuk warga kami yang menganggur," kata Eri, Kamis (7/4/2022).
Dia melanjutkan, pemerintah yang berperan sebagai fasilitator, memiliki tugas untuk menunjang kegiatan masyarakat untuk menghasilkan pendapatan untuk menaikkan taraf hidup. Maka, lahan tersebut harus dimanfaatkan oleh tenaga kerja yang berasal dari kalangan MBR Kota Surabaya.
"Jumlah MBR di Surabaya sebanyak 979,624 jiwa dan hal ini harus bisa berkurang pada tahun 2022, menjadi 300 ribu jiwa. Bagaimana caranya? Pemerintah bersama DPRD Kota Surabaya dan stakeholder akan saling bersinergi untuk mengentaskan kemiskinan," tuturnya.