“Sistem ini masih baru dan kami bagi menjadi dua konten, yaitu internal melalui e-TBM dan eksternal melalui library one search (LOS),” katanya, Rabu (20/2/2019).
Konten e-TBM yang hanya bisa diakses Dinas Arsip dan Perpustakaan ini merupakan sistem pengelolaan transaksi dan aktifitas perpustakaan, baik di perpustakaan umum, TBM, maupun perpustakaan sekolah. Tujuan permbuatan e-TBM ini adalah sebagai media monitoring internal organisasi secara online.
“e-TBM ini bisa digunakan untuk pengawasan terhadap kinerja petugas di lapangan, pendataan aktifitas di setiap perpustakaan, pemetaan koleksi buku di seluruh titik layanan hingga pendataan pengunjung.,” ujarnya.
Sementara untuk konten LOS merupakan sistem portal pencarian online satu pintu. Meliputi judul, tema, topik dan lain-lain. Sesuai kata kunci pencarian. Berasal dari empat akses utama, yaitu buku koleksi perpustakaan/katalog, e-book, video referensi dan referensi ilmiah yang ada di perguruan tinggi.
“Melalui sistem yang terbuka untuk umum ini, bisa mencari katalog atau koleksi buku-buku yang ada di perpustakaan umum, perpustakaan sekolah dan TBM. Kami juga sudah menyediakan e-book untuk menfasilitasi masyarakat yang ingin membaca langsung melalui ponselnya. Selain itu kami juga sudah sediakan video referensi misalnya cara beternak dan memasak,” tuturnya.