"Saya merupakan penonton biasa yang membuat konten pribadi untuk YouTube pribadi saya. Permohonan maaf ini saya sampaikan terhadap korban. Untuk itu saya memohon maaf kepada pihak-pihak yang telah dirugikan dengan perbuatan saya kemarin, baik dari pihak suporter Persik Kediri atau pun yang lain," tuturnya.
Sang konten kreator ini juga meminta maaf kepada jurnalis dan awak media yang menjadi pihak yang disudutkan pasca kejadian pemukulan oleh dirinya yang menggunakan rompi pink, yang identik dengan rompi fotografer saat meliput pertandingan Liga 1 musim 2022-2023.
"Pada rekan-rekan media yang meliput pertandingan tersebut baik dari pihak Kediri, Malang atau pun kota-kota lain. Kemudian saya menyadari tindakan saya tersebut mencoreng nama baik media, jurnalis, dan saya memohon maaf dengan sebesar-besarnya," tuturnya.
Pihaknya mengaku sengaja mengambil rompi pink yang dikenakan media tanpa sepengetahuan pihak Panpel Persik Kediri. Padahal rompi itu seharusnya hanya diperuntukkan untuk jurnalis yang sudah terdaftar untuk meliput pertandingan di Liga 1 musim 2022-2023 sesuai persyaratan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB).
"Saya memohon maaf juga kepada panita pelaksana pertandingan Persik Kediri. Yang mengambil rompi media tanpa sepengetahuan panpel, yang mana rompi tersebut seharusnya ditujukan kepada media," katanya.
Sebelumnya diberitakan aksi pemukulan beredar di media sosial saat laga Persik Kediri vs Arema FC di Stadion Brawijaya Kediri. Oknum suporter Aremania ini diamankan karena melanggar kesepakatan untuk tidak hadir di Stadion Brawijaya Kediri demi keamanan dan menjaga kondusivitas Kediri dan sekitarnya.