Patuhi PBNU, NU Jatim Gunakan Imkanur Rukyat 3 Derajat untuk Tentukan Awal Puasa 

Ihya Ulumuddin
ilustrasi rukytul hilal (istimewa)

SURABAYA, iNews.id - PWNU Jawa Timur (Jatim) akan mengikuti keputusan PBNU terkait kriteria imkanur rukyat atau minimal ketinggian hilal awal puasa Ramadan 1443 Hijriyah, yakni 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Sikap ini sekaligus meralat hasil musyawarah alim ulama di Tuban yang menginginkan agar kriteria baru rukyatul hilal itu ditunda. 

Pada musyawarah tersebut PWNU Jatim berharap pemerintah masih menggunakan kriteria imkanur rukyat lama, yakni 2 derajat dan elongasi minimal 3 derajat. Alasannya, kriteria baru rukyatul hilal tersebut belum tersosialisasikan secara masif, sehingga rawan menimbulkan keresahan. 

"Tetapi, karena ini sudah menjadi keputusan PBNU, maka kami di PWNU Jatim akan mengikuti. Kami sami'n wa'takna. Sebagaimana didawuhkan Rais Syuriah Romo Kiai Anwar Manshur, PWNU harus patuh kepada PBNU," ujar Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jatim KH Shofiullah atau Gus Sofi kepada iNews.id, Jumat (1/4/2022). 

Gus Sofi menjelaskan pada prinsipnya PWNU Jatim sudah lama menerima imkanur rukyat 3 derajat dan alongasi 6,4 derajat. Pasalnya kondisi cuaca saat ini tidak sama dengan dahulu lantaran banyaknya polisi udara. Kondisi itu membuat citra hilal sangat lemah, sehingga sangat mungkin dinaikkan dari 2 derajat menjadi 3 derajat. 

"Meski begitu, kami ingin ini ditunda dulu sebagaimana hasil musyawarah di Tuban kemarin. Sebab, sosialisasi belum masif. Sementara kriteria yang selama ini diikuti, termasuk warga NU masih menggunakan 2 derajat. Tetapi karena sekarang sudah menjadi keputusan PBNU ya harus diikuti," katanya. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemantauan Hilal di Yogyakarta Terhalang Awan Mendung

57 tahun lalu

Putusan Rapat Konsultasi Syuriyah-Mustasyar PBNU Final, Mengikat secara Konstitusional

57 tahun lalu

Rapat PBNU di Lirboyo Putuskan Muktamar ke-35 NU Segera Digelar untuk Akhiri Konflik

57 tahun lalu

Dukung Rais Aam dan Ketum, Pesantren Krapyak Imbau PBNU Hormati Otoritas Kiai Sepuh

57 tahun lalu

Polemik PBNU, Pertemuan Kiai Sepuh dengan Gus Yahya dan Rais Aam Digelar Tertutup di Jombang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal