Pabrik Tahu Sudah 2 Kali Meledak di Batu, Polisi Akan Uji Labfor

Deni Irwansyah
Kondisi rumah milik pengusaha pembuatan tahu yang hancur setelah ledakan ketel uap, Jumat (18/5/2018) di Kota Batu, Jatim. (Foto: iNews/Deni Irwansyah)

KOTA BATU, iNews.id –Pascaledakan di tempat usaha rumahan pembuatan tahu di Jalan Raya Wukir X/16 RT 1 RW 6, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur (Jatim), Jumat (18/5/2018), yang menewaskan pemilik, polisi akan melakukan uji laboratorium forensik (labfor). Pasalnya, ledakan ini sudah kedua kalinya terjadi di Kota Batu.

Kapolres Kota Batu AKBP Budi Hermanto memaparkan, sebelumnya kejadian serupa terjadi di usaha pembuatan tahu di wilayah Beji, Kota Batu. Namun, saat itu ledakan tidak menelan korban. Sementara ledakan di Jalan Raya Wukir menewaskan satu orang yang juga pemilik usaha, serta empat orang luka-luka.

“Kami masih mendalami. Kami akan hubungi labfor kimbiofor dalam melakukan olah TKP nanti untuk mengetahui akibat dari ledakan ini dan apa penyebabnya. Kami juga sudah mengamankan ketel uap modifikasi dari drum bekas ke Mapolres Batu,” kata AKBP Budi Hermanto, Jumat (18/5/2018).

Dari hasil olah TKP sementara, penyebab ledakan karena uap terlalu panas dari ketel buatan sendiri yang dimodifikasi dari drum bekas. Pascaledakan Jumat siang, rumah produksi tahu itu masih didatangi warga. Warga penasaran dengan suara dentuman yang cukup keras saat ledakan. Bahkan, beberapa warga mengaku rumahnya bergetar.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga meninjau langsung lokasi ledakan. Banyaknya usaha serupa milik warga dengan peralatan modifikasi yang sama menjadi perhatian khusus Pemkot Batu. Rencananya, Pemkot Batu akan mengumpulkan para pengusaha pabrik tahu dan tempe rumahan untuk diberikan pembinaan.

Usai meninjau lokasi, Kapolres Kota Batu dan Wali Kota Batu melanjutkan mengunjungi para korban luka yang dirawat di Rumah Sakit Kota Batu. Tiga korban dirawat di Kota Batu. Sementara anak korban tewas yang mengalami luka bakar mencapai 90%, harus dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang.

“Kondisi para korban memprihatinkan. Seluruh korban ini keluarga besar. Ada bibinya dan keponakan. Yang paling parah anak usia enam tahun yang sudah dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang karena luka bakarnya 90 persen,” kata Dewanti Rumpoko.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bom Aktif Peninggalan PD II Dimusnahkan di Biak Numfor, Cegah Insiden Ledakan Berulang

57 tahun lalu

Gegana Sterilisasi Area Ledakan Biak, Temukan Granat Nanas dan Proyektil

57 tahun lalu

Pilu! 5 Korban Tewas Ledakan Bom PD II di Biak Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

57 tahun lalu

Penyebab Ledakan Bom Peninggalan Perang di Biak Papua, Ini Kata Kapolres

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Identitas 5 Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal