Sementara itu, mengantisipasi penyebaran faham di luar Aswaja merebak di masyarakat, Kiai Muhibbin juga mengimbau warga nahdliyyin untuk terus memakmurkan masjid di wilayah masing-masing. Sebab, belakangan, banyak masjid yang awalnya beramaliah Aswaja An Nahdliyah, berubah dengan ajaran paham radikal yang gemar mengafirkan dan membidahkan amaliah warga NU.
Padahal masjid-masjid itu awalnya didirikan oleh warga NU. Bahkan masjid itu dihibahkan untuk syiar NU. Namun karena warga NU lebih senang shalat di rumah, akhirnya masjid itu dikuasai oleh orang lain dengan faham yang bertolak belakang dengan ajaran Aswaja An Nahdliyah.
"Kondisi ini (Masjid berubah amaliah) banyak terjadi di kompleks perumahan. Maka, ini harus diantisipasi. Mari makmurkan masjid di wilayah masing-masing. Pastikan, amaliah ubudiah dan i'tiqodiyah Aswaja Annahdliyyah tetap dipedomani," ujarnya.