“Sudah ada 15 ekor ular kobra yang ditangkap di sini. Yang masuk rumah ada enam, tapi kecil-kecil,” kata warga, Tika, Sabtu (7/12/2019).
Meski sejauh ini belum ada korban akibat gigitan ular, teror kawanan ular kobra yang masuk kerumah-rumah cukup meresahkan warga, terlebih yang memiliki anak kecil. “Kami kan takut karena banyak anak kecil di sini. Apalagi saya punya dua anak kecil, takutnya digigit,” katanya.
Belum diketahui pasti asal kemunculan belasan ular kobra tersebut. Namun, diduga kawanan ular bersarang di dalam saluran selokan air warga yang langsung menuju ke sungai. Petugas Damkar akhirnya membongkar selokan air itu lantaran diduga menjadi lokasi kawanan ular bersarang.
Fenomena teror ular kobra diduga berkaitan dengan perubahan cuaca yang bertepatan dengan musim kawin binatang itu. Akibatnya, hewan melata tersebut masuk ke permukiman penduduk.
Petugas Damkar Jember, Dwi Atmoko mengimbau warga untuk merapikan barang-barang bekas yang tidak terpakai. Kemudian, membersihkan saluran air agar tidak menjadi sarang kawanan ular.
“Untuk antisipasi, kami imbau warga membersihkan lorong, rapikan, kalau bisa sering ada kerja bakti lah,” kata Dwi Atmoko.