“Total di RS Unair mengerjakan 200 sampel dan di Asrama Haji mengerjakan 100. Totalnya 300 sampel di Surabaya, itu tanggal 27 Mei,” ujarnya.
Sehari berikutnya, mobil unit ini diarahkan ke Kabupaten Sidoarjo dan Lamongan.
“Karena apa, di Sidoarjo sudah banyak yang harus diperiksa lab,” ujarnya.
Nah, BPBD Jatim juga mendapat surat dari Risma terkait permohonan bantuan swab dengan mobil PCR pada 22 Mei 2020.
“Padahal mobil unit ini datangnya tanggal 27 Mei. Jadi surat wali kota pun saat ini belum kami jawab karena mobil langsung beroperasi,” ucapnya.
Karena itu, dua mobil PCR tersebut, memang untuk Pemprov Jatim dan dalam statement BNPB disampaikan, mobil tidak hanya untuk Surabaya tetapi secara khusus juga menyebut kota lain seperti Sidoarjo dan Lumajang.
Kenapa dikirim pula ke Tulungagung? Sebab kabupaten ini juga memerlukan bantuan lantaran selama ini terkendala kapasitas swab dan harus dilayani. Apalagi, pasien dalam pengawasan (PDP) di Tulungagung tertinggi nomor dua (588 kasus) di Jatim setelah Surabaya (2.936).
"Dari 588 tersebut, terdapat 172 pasien yang meninggal dalam status PDP sebelum sempat di-swab,” ujar Suban.