Amin telah menyampaikan kasus soal kontroversial tersebut kepada seluruh sekolah di bawah naungan Kemenag. Harapannya, pihak sekolah memberi pemahaman agar soal ujian itu, tidak disalahpahami oleh siswa.
Diketahui, pada ujian MA di Kediri muncul soal ujian bermuatan khilafah. Naskah ujian bermuatan kata-kata khilafah itu muncul pada mata pelajaran fiqih yang akan diujikan kepada siswa-siswi kelas XII MA.
Naskah dalam soal berisi materi tentang pemerintahan Islam, menjadi salah satu bahasan pada KMA Nomor 165 tahun 2014. Namun, titik tekan dari materi ini sebenarnya pada aspek perkembangan kehidupan.
Materinya menjelaskan tentang perkembangan pemerintahan Islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat, dari Khulafaur Rasyidin hingga Turki Utsmani. Keberadaan materi ini akhirnya viral di media sosial. Kini Kanwil Kemenag Jatim memastikan mencabut soal-soal ujian tersebut.