"Saya takut dan tidak melihat jalan. Saya ikuti saja petunjuk google maps melalui suara. Di sepanjang jalan, saya merasa jalanan sepi, tidak ada orang melintas," ucapnya.
Barulah dia tersadar telah tersesat dalam hutan ketika mobilnya tak dapat bergerak maju maupun mundur. Ternyata bagian bawah kendaraan tersendat batu besar di jalan sempit kawasan hutan Dusun Made.
"Padahal di sepanjang perjalanan, kondisi jalan lurus saja dan mulus. Tapi tiba-tiba saya sampe persawahan yang sepi," katanya.
Pengakuan Suryadi ini memang sedikit janggal. Sebab dari Pandaan menuju Pacet, akses jalannya menanjak, menurun dan menikung karena lokasi tersebut merupakan daerah pegunungan. Sementara dia dalam keterangannya menyebut jalanan lurus dan lancar.
"Saya sempat lihat speedo meter kecepatan antara 80-100 km per jam," ucapnya.
Suryadi langsung syok saat menyadari dia tersesat di areal hutan dan persawahan sepi. Terlebih, jaraknya cukup jauh dari perumahan warga. Dia bahkan sempat menangis dan meminta pertolongan temannya. Dia diselamatkan dan kendaraannya dievakuasi pada pagi harinya.