JEMBER, iNews.id- Trian Gufron masih ingat betul saat ia menerima perundungan ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Kondisi fisik yang tak sempurna menjadi penyebabnya. Ini setelah bola mata kiri diangkat kala ia berumur empat tahun. Gufron menderita pembesaran bola mata sejak masih batita.
“Hanya saat SD saja saya menerima bullying. SMP dan SMK sudah tidak,” kata pemuda 21 tahun ini saat menunggu antrean skrining calon penerima bola mata palsu di Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember, Sabtu (5/8/2023).
Lajang yang tinggal di Dusun Sumberketangi, Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur ini mengaku menerima kondisinya itu. Ia berusaha tetap sabar dan tak pernah memprotes meski pernah mendapat perlakuan tak menyenangkan.
Sebab, dia berkata, masih banyak orang yang kurang beruntung darinya. Terlebih saat ini, lelaki kelahiran 1 Juli 2022 ini mendapat kesempatan mendapatkan bola mata palsu gratis, kerjasama Yayasan Bina Sehat dan John Fawcett Foundation (JFF).
Hari ini, Gufron bersama 31 pasien lainnya sedang mengikuti skrining calon penerima bola mata palsu. Dia akan menjalani beberapa tahap. Mulai dari pemeriksaan, pengukuran hingga pemasangan. Meski tak berpengaruh terhadap penglihatan, tapi pemasangan bola mata palsu ini bisa memperbaiki penampilan.