"Sebelum saya mengikuti tes Taruna Akademi Angkatan Laut, saya bekerja bersama bapak saya sebagai kuli bangunan NTB, tepatnya di Lombok," kata Suluh.
Berbekal tekad dan dorongan dari seorang teman, Suluh memberanikan diri mendaftar ke AAL meski dengan persiapan yang minim. Kerja kerasnya pun membuahkan hasil hingga akhirnya resmi diwisuda menjadi perwira remaja AL.
"Persiapan saya untuk mengikuti tes itu belajar terus jangan pernah menyerah," ucapnya.
Dalam sambutannya, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa masuk AAL tidak dipungut biaya. Seluruh anak bangsa, baik dari keluarga mampu maupun kurang mampu, memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi prajurit TNI, asalkan mampu melewati seluruh tahapan seleksi.
"Dari golongan mana pun dipersilakan, bahkan banyak dari golongan tidak mampu sampai dengan anak-anaknya jadi perwira tinggi pun ada," ujar Laksamana Muhammad Ali.
Selain prosesi wisuda, para perwira remaja juga menerima enam penekanan penting dari KSAL sebagai pedoman moral dan pengabdian, di antaranya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menjunjung tinggi Sumpah Prajurit, Sapta Marga, Delapan Wajib TNI, Trisila TNI AL, serta kode etik perwira.