Dorce Gamalama juga punya kenangan ketika Gus Dur baru meninggalkan Istana Presiden setelah dimakzulkan dalam Sidang Istimewa MPR, pada Senin 23 Juli 2001. Dorce menangis sejadi-jadinya. Setelah itu, dia membangun masjid dan menamai bedug di masjid itu bedug Gus Dur.
Gus Dur tidak pernah menghakimi keputusannya mengubah jenis kelamin menjadi seorang perempuan. Pernah pula Gus Dur mengatakan kepadanya, soal bagaimana nanti status Dorce setelah meninggal dunia, itu urusan Tuhan.
"Nanti gimana ke atasnya, biarlah kata Gus Dur, wes karape Gusti Allah," kata Dorce.