Mengenal Motto Daerah di Masa Belanda, Blitar Bersemboyan Bekerja Mengalahkan Segalanya

Solichan Arif
Lambang dan Motto Kota Praja Malang masa Kolonial Belanda (foto:repro/ist)

Dikutip dari website resmi Pemerintah Kota Blitar, berdasarkan Staatsblad van Nederlandsche Indie tahun 1906, sejak 1 April 1906 wilayah ibu kota (Kabupaten Blitar) ditetapkan sebagai Gemeente (Kotapraja) Blitar.

Dalam sejarahnya, pada tahun 1928 Kotapraja Blitar pernah berubah status menjadi kota karsidenan dengan nama Residensi Blitar. Namun entah kenapa, berdasarkan Stbld nomor 497 tahun 1928, kemudian kembali ditetapkan sebagai Gemeente Blitar.

Selain Gemeente Blitar, beberapa Gemeente di wilayah Jawa Timur juga mengusung semboyan daerahnya. Seperti Malang memakai semboyan Nominor Sursum Moveor yang berarti Malang Namaku Maju Tujuanku. Kotapraja Malang memakai lambang singa dan mahkota.

Dwi Cahyono dalam buku Malang, Telusuri dengan Hati menyebut semboyan dan lambang pada masa kolonial Belanda itu, dalam perjalanannya kemudian diganti. “Tanggal 10 April 1964 dengan keputusan DPRD no 7/DPRDGR sesanti Kota Madya Malang diganti menjadi Malang Kuca Icwara, atau lazim dibaca dalam kalimat lengkap Malangkuceswara (Tuhan Menghancurkan Yang Bathil),” tulis Dwi Cahyono.

Kotapraja Madiun mengusung semboyan Montes Prosperitatem Vident, yang artinya Gunung-gunung menjadi saksi akan kemakmurannya. Kota Batavia (Jakarta) memakai motto Dispereet Niet. Semboyan berbahasa Belanda itu berarti pantang menyerah atau jangan putus asa. Kemudian Gemeente Bandung, Jawa Barat menggunakan motto berbahasa latin Ex Undis Sol atau jika diBelandakan Uit de Golven de Zon. Artinya Mentari Muncul di Atas Gelombang.

Sedangkan Kotapraja Cirebon memakai motto Per Aspera Ad Astra ( Menuju Bintang melalui Jerih Payah), Kotapraja Padang Sumatera Barat menggunakan motto Salus Populi Suprema Lex (Keselamatan Rakyat merupakan Hukum Tertinggi), dan Kotapraja Medan memakai motto Ef Florescens E Planttie.

Meski sudah diatur jelas, dalam kenyataanya tidak semua kotapraja di masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda memiliki motto atau semboyan daerahnya. Sejumlah kotapraja diketahui hanya mencanangkan lambang daerah tanpa mengikutsertakan motto. Sejumlah daerah itu diantaranya adalah Gemeente Palembang, Surabaya, Makassar, Bogor, Salatiga dan Semarang.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemendagri Dorong Pemda Lebih Inovatif Atasi Inflasi hingga Pengangguran

57 tahun lalu

BSKDN Ingatkan Daerah Responsif Hadapi Pengangguran, Kebijakan Harus Tepat Sasaran!

57 tahun lalu

Kemendagri Dorong Pemda Terus Berinovasi Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

57 tahun lalu

Bisa Picu Konflik, Kemendagri Minta Pemda Tak Anggap Sepele Batas Desa

57 tahun lalu

Eratkan Sinergi dan Kolaborasi, Perindo-Pemda Sumba Timur Pacu Kemajuan Daerah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal