“Pengaruh musik lain itu menjadikan keroncong ini agak terpinggirkan, atau jalan di tempat sehingga kami berupaya dengan mendokumentasikan ini,” kata Hengki, kepada MNC Portal, Minggu (10/10/2021).
Penyusunan buku keroncong disebutnya tak mudah, perlu waktu setidaknya tiga bulan dalam mengumpulkan sejumlah sejarah mengenai perjalanan musik keroncong.
Penyusunan di mulai sejak 2021 dengan melibatkan sejumlah akademisi dan peneliti sejarah keroncong dari Kemendikbud dan Ristek, serta Museum Musik Indonesia (MMI).
“Buku ini disusun tahun ini, mungkin butuh tiga bulan. Kemudian membuat narasi, mencetak, dan memakan waktu tiga bulan. Butuh waktu saja, yang kami sayangkan banyak data tahun rilisnya atau pencipta lagunya tidak tertulis di cover lagunya,” ujarnya.
Beragam jenis genre musik keroncong tersusun rapi di buku yang diluncurkan Museum Musik Indonesia (MMI) pada Sabtu 9 Oktober 2021 lalu. Tercatat ada lima jenis musik keroncong yang teridentifikasi di Indonesia, terlampir di buku kompilasi sejarah musik keroncong.