Mendag Zulhas Musnahkan Ratusan Produk Impor Ilegal di Sidoarjo, Nilainya Rp11 Miliar

Bambang Pramono
Mendag Zulhas melakukan pemusnahan terhadap ratusan produk impor ilegal di Sidoarjo, Sabtu (24/9/2022). (Foto: Bambang Pramono)

SIDOARJO, iNews.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan melakukan pemusnahan ratusan produk impor ilegal berbagai jenis yang hendak diedarkan di Sidoarjo pada Sabtu (24/9/2022) siang. Produk haram senilai Rp11 miliar itu hasil penertiban dan pengawasan tata niaga impor di Pergudangan Jaya Park, Balongbendo, Sidoarjo. 

"Ini kita sanksi administrasi dan pemusnahan barang," kata Zulhas, sapaan karibnya.

Adapun upaya pemusnahan produk ilegal ini merupakan tindak lanjut pengawasan tata niaga impor. Lebih dari 15 jenis produk impor ilegal seperti elektronik, pakaian, hingga berbahan plastik menjadi sasaran penindakan.
 
Meski tampak layak pakai, kualitas bahan dan produk impor ini belum bisa dipastikan aman dan sehat. Apalagi, barang-barang tersebut masuk ke wilayah Sidoarjo secara ilegal dan menyalahi aturan.

Zulhas menegaskan, pengawasan terhadap produk impor yang masuk ke Indonesia harus tetap dilakukan. Sebab, tindakan tak bertanggung jawab itu merugikan produsen dan konsumen produk dalam negeri.

Zulhas juga berharap pemusnahan produk impor ilegal ini bisa mendorong pelaku usaha di berbagai daerah tertib hukum dalam melaksanakan kegiatan usaha.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral 25 Gerai Alfamart-Indomaret di Lombok Tengah Tutup, Ini Respons Mendag

57 tahun lalu

Dugaan Pelanggaran KEPPH, 3 Hakim Vonis Tom Lembong Dipanggil KY

57 tahun lalu

Karantina Sulut Musnahkan 1 Ton Daging Celeng dan 700 Produk Impor Ilegal, Ini Alasannya!

57 tahun lalu

Mengenal Budi Santoso, Alumnus FISIP UNS Masuk Kabinet Merah Putih Jadi Menteri Perdagangan

57 tahun lalu

Mendag Cek Bahan Pokok di Pasar Karanganyar, Kaget dengan Harga Telur dan Cabai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal