"Jadi harus disuapi sedikit-sedikit pakai sendok kecil," ujar dia.
Dina mengaku tidak tahu pasti penyebab anaknya lahir dalam kondisi seperti ini. Namun dia mengaku sempat digigit tikus saat tidur di rumah petaknya tersebut sampai berdarah. Dia berasumsi, mungkin akibat gigitan tersebut, sehingga ada virus yang menular.
"Ya, mungkin ini sudah menjadi takdir saya dan anak saya ini," katanya.
Kini Dina harus menghidupi anaknya seorang diri. Perempuang lulusan SMK ini sudah tak lagi mendapat nafkah dari sang suami, sehingga dia memulai usaha berjualan es buah di rumahnya sambil mengurus sang bayi.
"Untuk saat ini, saya ingin bekerja di rumah saja, seperti membuat es juice atau puding susu yang dijual melalui online. Supaya saya bisa fokus merawat anak," katanya.
Dina juga berharap ada bantuan rumah susun dari Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya, karena rumah petak yang ditinggalinya merupakan milik dari adik ibunya, yang akan dijual dalam waktu dekat.