Di area dalam aktivitas keagamaan seperti mengaji, salat sunah, hingga sekadar berdiskusi oleh para santri dilakukan. Kebetulan lokasi masjid satu ini berada satu kompleks dengan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hamra yang terdapat lembaga pendidikan SMP dan SMA.
Pengurus Takmir Masjid Salman Al Farisi Ustad Deden Ferry mengatakan, bangunan masjid ini dibangun prosesnya sejak 2012 lalu. Saat itu proses awal yakni pembelian tanah - tanah yang merupakan area perkebunan jeruk warga. Saat itu kata dia, ada sejumlah donatur yang akhirnya bersedia membantu proses pendirian masjid.
"Dimulai dari pembelian tanah - tanah dahulu. Kemudian sedikit demi sedikit pembangunan masjid, masjid di tahun 2016 sudah jadi. Alhamdulillah atas izin Allah waktu itu tiba-tiba ada soal beberapa orang donatur yang mereka langsung apa ya bersodakoh," ucap Deden Ferry saat ditemui di masjid, Jumat (7/3/2025).
Selama proses pembangunan menurutnya, ada tim desain khusus dari dewan pembina. Proses pembangunan masjid mulai dari pembebasan lahan, dimulai selama kurang lebih 4 tahun dan itu menjadi kewenangan tim pembangunan.
"Memang waktu itu kami nggak dilibatkan (untuk desain dan lain-lain), ada tim sendirian yang diamanahkan untuk membangun masjidnya itu, sehingga memang kami nggak tahu persis bagaimana filosofi yang mendasari, sehingga membangun dengan apa namanya tampilan seperti ini," ucapnya.