Meski demikian, Pramesty harus harus mejalani karantina di sebuah ruangan khusus bersama dua belas mahasiswa lainnya. Karantina ini guna menghindari penularan virus korona yang berbahaya.
"Komunikasi dengan KBRI dan pihak rektor lancar, kami jadi nggak begitu khawatir," kata Ely.
Ely menfapat informasi anaknya segera dipulangkan. Namun, Pramesty tidak diperkanankan membawa barang-barangnya.
"Bolehnya hanya badan saja, barang-barang menyusul nanti," katanya.