“Kita menyarankan untuk mengambil cuti. Jika selanjutnya akan meneruskan perkuliahan di UB (Universitas Brawijaya), FISIP siap mendampingi Sultan untuk menyelesaikan studinya,” ucapnya.
Dia juga tengah berkomunikasi dengan Fakultas Hukum (FH) Unbraw untuk memberikan bantuan hukum advokasi bagi Sultan akibat insiden kabel tersebut.
"Kami sudah koordinasi dengan teman teman FH UB. Pihak Sultan juga akan menempuh jalur hukum soal ini, kami akan bantu dengan advokasi dari teman teman FH,” katanya.
Pihaknya, lanjut dia akan terus membantu Sultan hingga mendapatkan tanggung jawab dari pihak terkait atas insiden yang dialaminya. Apalagi untuk bertahan hidup, Sultan harus menjalani serangkaian operasi dengan biaya tak murah hingga mencapai Rp 1,5 miliar.
“Saya tadi juga sudah kontak pamannya, intinya Sultan adalah anggota civitas UB dan kami akan bersama dalam kasus ini hingga PT bertanggung jawab,” ucapnya.