Untuk mewadahi semua kebutuhan itu, Machfud akan membangun satu creative & innovative district. Di kawasan itu terintegrasi sejumlah fasilitas untuk anak muda mengembangkan minat dan bakat. Ada distrik fashion, ada distrik kuliner, distrik art and media, sampai e-Sports Stadium.
“Kita bikin e-sports stadium berkelas internasional, pertama di Indonesia. Selain perlombaan e-sports, bisa juga digunakan untuk voli, basket, panggung kesenian dan musik, maupun kegunaan lain,” katanya.
Pemilik klub e-sports profesional Erick sangat mengapresiasi ide-ide Machfud. Menurutnya, game tidak selalu berkonotasi negatif. E-sports kini bisa menjadi pekerjaan dengan penghasilan yang tinggi.
“Pendapatan pemain e-sports di Indonesia bisa mencapai jutaan hingga ratusan juta sebulan. Apalagi, e-sports kini juga sudah menjadi cabor di Asian Games maupun SEA Games,” katanya.
Bagi anak muda, lanjut Erick, penting adanya panggung dan ekosistem untuk mengembangkan minat dan bakat. “Surabaya punya potensi besar untuk menjadi kliblat e-sports maupun bidang lain yang berkaitan dengan anak muda, saya yakin pak Machfud adalah orang yang tepat untuk mewujudkannya,” ujarnya.