"Jarak luncur 5 kilometer dari puncak arah Besuk Kobokan. Untuk pengamatan visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 100-200 meter dari puncak," kata Tadi Yuliandi, Selasa (27/6/2023) dini hari.
Selain aktivitas awan panas guguran, gunung di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang ini juga mengalami kegempaan erupsi sebanyak 17 kali, dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 65-118 detik. Kemudian terjadi dua kali gempa guguran dengan amplitudo 5-12 mm dan lama gempa 45-70 detik.
"Satu kali gempa embusan dengan amplitudo 8 mm, dan lama gempa 39 detik. 12 kali Harmonik dengan amplitudo 6-21 mm dan lama gempa 264-7988 detik," tuturnya.
Yadi menambahkan, Gunung Semeru juga mengalami 7 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-42 mm, S-P 12.6-30 detik dan lama gempa 46-147 detik. Di samping itu juga terjadi 2 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 1-20 mm, dominan 7 mm.
"Melihat tingkat aktivitas Gunung Semeru saat ini masih berada di Level III atau siaga," tegasnya.