“Kita bisa membayangkan ada yang dari Medan, Kalsel dan Jogja mereka pasti butuh penginapan atau hotel. Tentunya ini jadi sinergitas dari seluruh institusi yang bisa memberikan nilai tambah yang strategis bagi kita semua salah satunya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang ada di Jatim,” paparnya.
Ke depan, Khofifah berharap proses pemberangkatan jamaah umrah dari Bandara Juanda ini akan bisa berjalan secara reguler dan intensitas penerbangannya bisa ditingkatkan.
Apalagi menjelang Bulan Ramadhan yang biasanya jumlah jamaah umrah mengalami peningkatan. “Semoga ke depan pemberangkatan ini bisa berjalan reguler,” ujarnya.
Terkait penyelenggaraan ibadah haji, Khofifah mengatakan akan menunggu keputusan dari pemerintah pusat yang juga menunggu kepastian dari pemerintah Arab Saudi. Tentunya hal ini sudah dilakukan kesiapsiagaan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) .
“Saya rasa Kemenag pasti sudah melakukan kesiapsiagaan kapan lampu hijau dari pemerintah Saudi untuk pemberangkatan ibadah haji,” kata Khofifah.