Tidak hanya itu, Khofifah juga mengapresiasi rendemen tebu yang dihasilkan PT Inti Rosan yakni sebesar 15 persen. Di mana rata-rata rendemen tebu dari pabrik gula yang ada di Jatim antara 8, 9, atau 10 persen. Rendemen tebu adalah kadar kandungan gula di dalam batang tebu yang dinyatakan dengan persen.
"Ini pasti karena ada teknologi tanam yang luar biasa pula. Terima kasih inisiasi yang luar biasa dari Rejotangan. Ini Insya Allah akan memberikan inspirasi yang luar biasa resonansinya. Karena memang banyak keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif yang dihasilkan dari tanaman tebu dan pabrik gula di sini," katanya.
Khofifah menambahkan, yang dilakukan PT Inti Rosan ini menggambarkan bahwa inisiasi terhadap update teknologi di bidang pertebuan dan pergulaan ternyata tidak harus datang dari kota besar, ataupun dari pabrik tebu yang besar.
"Inisiasi teknologi industri pertebuan dan pergulaan ternyata bisa dimulai dari Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur," tuturnya.
Menurutnya, inisiasi teknologi tersebut bisa lahir karena ada sosok inovator yang memiliki aktivitas luar biasa. Tidak hanya itu, karena adanya game changer atau sosok yang bisa merubah proses.