“Saya menangkap getaran yang sangat kuat dari rakyat tentang kerinduan pada perubahan, kerinduan pada masyarakat yang lebih berkeadilan,” ujarnya.
Sementara itu, DPW PAN memastikan, partainya terbuka dengan segala kemungkinan pada Pilgub Jatim kali ini. Apakah membentuk poros baru mengusung calon sendiri, atau bahkan mendukung satu di antara dua kandidat yang saat ini sudah ada.
“PAN tidak tersandra kekuatan figur, termasuk kekuatan internal. Ketika kader tidak memiliki kecukupan untuk dipilih, maka PAN bisa mengusung figur di luar partai. Terpenting bagi PAN adalah bagaimana melalui pilkada ini, PAN bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan Jawa Timur,” tandas Sekretaris DPW PAN Jatim Basuki Babussalam.
Karena itu, PAN akan melakukan pendekatan dengan semua kandidat, mulai Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Khofifah Indar Parawansa atau bahkan La Nyalla Mahmud Mattaliti yang kini dimunculkan Gerindra.
“Upaya ini penting dalam rangka mengukur pandangan calon, sehingga bisa dipertimbangkan untuk didukung. Nah, sampai hari ini upaya ini sedang berlangsung,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Partai Gerindra akhirnya memberi jalan bagi Ketua Kadin Jawa Timur (Jatim), La Nyalla Mahmud Mattaliti untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim). Melalui surat No.12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017, tertanggal 10 Desember, DPP Gerindra menugaskan La Nyalla untuk menjadi bakal calon gubernur (cagub) Jatim di 2018 nanti.
Kepastian surat tugas untuk La Nyalla ini disampaikan pengurus DPD Gerindra Jatim Abdul Malik. Malik mengaku menerima kopian surat tugas tersebut pada Minggu, 10 Desember 2017. “Kemarin, bersamaan dengan selesainya acara pernikahan anak saya,” katanya melalui grup WhatsApp.