KUR BRI dan Perjuangan Nur Kholis Selamatkan Tradisi 

Ihya Ulumuddin
Nur Kholis bersama salah satu karya batik buatannya. (Foto: IG @kholis bangsawan).

Sumber Ekonomi Warga 

Sukses Nur Kholis mengembangkan batik Bangsawan juga turut berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Banyak ibu-ibu rumah tangga (pengangguran) yang kini berdaya dengan menjadi pekerjanya. 

Tercatat, lebih dari 21 warga sekitar yang kini rutin bekerja sebagai pembatik di galeri milik Nur Kholis. "Alhamdulillah bisa membantu ekonomi mereka terangkat," katanya. 

Lebih dari itu, Nur Kholis juga kerap mengajari warga sekitar, terutama pemuda desa untuk belajar membatik. Harapannya, tradisi yang sudah lama berkembang di Gresik terus lestari.

Kemajuan UMKM seperti Batik Bangsawan ini pula yang diharapkan pemerintah bisa terjadi pada pelaku UMKM lainnya. Hal itu tak lain karena kontribusi UMKM yang begitu besar bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah, termasuk di Jatim.   

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Andromeda Qomariah, mengatakan, ekonomi Jatim tumbuh positif di tahun 2023. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal pertama tahun 2023 terhadap kuartal pertama tahun 2022 secara year on year (YoY) tumbuh sebesar 4,95 persen. 

Andromeda mengatakan, sektor koperasi dan UMKM berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi tersebut. Pada tahun 2020 misalnya, Koperasi dan UMKM berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 57,25 persen. 

Sementara pada 2021 naik menjadi 57,81 persen dan di tahun 2022 naik lagi menjadi 58,36 persen dengan nilai tambah bruto KUMKM pada tahun 2022 adalah sebesar Rp1.593 triliun. "Alhamdulillah, trennya terus positif," katanya. 

Karena itu pemerintah provinsi terus memberikan pendampingan terhadap UMKM yang ada. Harapannya, UMKM terus berkembang dan naik kelas, sehingga sukses mendongkrak ekonomi masyarakat. 

Misi itu pula yang dilakukan BRI melalui KUR. Bank pelat merah ini terus berkomitmen untuk memfasilitasi kebutuhan UMKM, terutama pada segmen ultra micro (UMi) dan mikro. 

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari, mengatakan, saat ini masih banyak UMKM, tertama UMi yang belum mendapatkan layanan keungan formal. Bahkan, lebih dari 12 juta pelaku usaha yang masih bergantung pinjaman rentenir. 

"Mereka ini harus diselamatkan. Mereka harus diberi akses permodalan. Harus ada inisiatif layanan keuangan formal yang dapat menjangkau mereka," katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dolar AS Menguat, Binsar Minta Pemkot Medan Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja

57 tahun lalu

Realisasikan Aspirasi Masyarakat, Yusuf Bora Fokus Pemberdayaan UMKM di Sumba Barat Daya

57 tahun lalu

Besarkan Perindo Jatim, Ahmad Zazuli Ingin Dikenang sebagai Pejuang UMKM

57 tahun lalu

Sambut Human Origin Heritage, Wali Kota Robby Promosikan Budaya Salatiga ke Mancanegara

57 tahun lalu

Dari Kartini untuk Bumi, BRI Berdayakan Perempuan lewat Urban Farming BRInita

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal