"Setelah itu, tentulah saya mau mengunjungi dan ziarah ke tempat sejarah, asal usul Nahdlatul Ulama. Di mana kan saya juga bagian dari Nahdlatul Ulama di Jawa Barat. Kakek saya pengurus NU dan laskar Hizbullah pada zamannya," kata Kang Emil.
Menurut Gubernur Jabar, menyambungkan tali sejarah itu penting. Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. "Termasuk katakan, NU di republik ini harus diketahui oleh generasi-generasi muda, jangan sampai dihilangkan dari narasi-narasi pendidikan formal. Nah, kehadiran saya juga untuk mendukung itu," ujar Gubernur Jabar.
Kang Emil berharap kunjungannya ini menguatkan hubungan antara Provinsi Jabar dan Jatim serta kekuatan NU yang harus terus menjadi obor dalam menjaga NKRI, termasuk juga mendukung program-program UMKM.
Kedatangannya ke Ponpes Tebuireng, tutur Kang Emil, bertujuan untuk ziarah. Sebab, Kang Emil memiliki hubungan dekat dengan KH Sholahudin Wahid atau Gus Sholah. Saat KH Gus Sholah mendapat dukungan penuh ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat.
Selain mendoakan, tutur dia, Gus Sholah pun datang ke Bandung. "Saya menyesal karena saat Gus Sholah wafat saya tidak bisa datang untuk berziarah. Setelah berziarah di makam Gus Sholah, saya merasa lega. Begitulah kira-kira," tutur Kang Emil.
Diketahui, sebelum ke Tebuireng, Ridwan Kamil juga datang ke Ponpes Lirboyo Kediri. Sebelumnya dia juga berziarah ke makam Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura.