Seketika, seluruh penumpang tercebur dan tenggelam. Mereka hanyut terseret arus yang cukup deras. Beberapa penumpang yang bisa berenang berhasil lolos dan menepi. Namun, belasan lainnya hanyut terseret arus.
Insiden tersebut langsung dilaporkan warga ke regu penolong. Penumpang selamat langsung dievakuasi ke puskesmas setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Ardhian Orianto mengatakan, dari keterangan perangkat desa perahu disebut memang layak beroperasi. Namun dugaan adanya arus sungai yang deras membuat perahu akhirnya terbalik dan tenggelam.
"Kejadiannya ini di sekitar jembatan yang dalam pembangunan. Dugaan awal karena arus air terlalu deras," ujar Ardhian Orianto.
Dirinya menerangkan, bila perahu ini diperkirakan mengangkut 23 orang, dari jumlah tersebut 18 orang teridentifikasi namanya, sedangkan lima orang penumpang belum diketahui identitasnya. "18 orang ini teridentifikasi namanya, ditemukan selamat 12 orang," tuturnya.
Saat ini seluruh korban selamat dievakuasi ke dua puskesmas terdekat, yakni Puskesmas Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, dan Puskesmas Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. "Mayoritas korban selamat mengalami trauma. Tidak ada yang terluka," ujarnya.
Diketahui, sebuah perahu penyeberangan di Sungai Bengawan Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, terbalik pada Rabu (3/11/2021) sekitar pukul 09.30 WIB. Akibatnya seluruh penumpang hanyut.