Kritik Tak Direspons Pemerintah, Guru Besar UB Ingatkan Potensi Reformasi Jilid 2

Avirista Midaada
Guru Besar Universitas Brawijaya (UB) Malang Prof Rachmad Safa"at (Foto: iNews/Avirista Midaada)

Prof Rachmat menuturkan, di luar negeri keputusan pengambilan kebijakan oleh pemerintah melibatkan kampus-kampus dan akademisi. Tetapi hal berbeda di Indonesia dalam lima tahun terakhir ini pemerintah disebut seolah jalan sendiri.

"Seharusnya pemerintah mendengar ini para guru besar jangan dibuat remeh, di luar negeri setiap ada pengambilan keputusan negara tanyanya ke Berkeley, ke kampus-kampus besar, lah kita dipinggirkan, perguruan tinggi di pinggirkan, seakan akan suara mereka tidak punya makna," ucap Rachmat Safa'at.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Oknum Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswa Asing, Ini Respons Rektor

57 tahun lalu

Guru Besar UIN Palopo Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lecehkan Mahasiswi

57 tahun lalu

Pesan Zainal Arifin Mochtar ke Pelaku Teror: Jangan Jualan Polisi untuk Nakutin Orang

57 tahun lalu

Terungkap! Peneror Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Mengaku Polisi, Ini Ancamannya

57 tahun lalu

Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Diteror Lewat Telepon, Diancam Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal