Kepala KSOP Gresik, Totok Mukarto mengatakan, KM Tirta Amerta tenggelam di perairan Bawean saat dalam pelayaran dari Pelabuhan Gresik menuju Kedawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
“Di tengah perjalanan, kapal diterjang gelombang tinggi. Kapal bermuatan pupuk sebanyak 1.100 ton ini kemudian mengalami kebocoran di bagian lambung hingga tenggelam,” katanya.
Dia mengaku belum mengetahui penyebab terjadinya kebocoran lambung kapal karena masih dalam penyelidikan. “Sedang kita periksa dengan meminta keterangan sejumlah saksi para ABK,” ujarnya.
Usai menjalani pemeriksaan medis, sebanyak 16 ABK kapal nahas itu kemudian diserahkan ke pihak agen pemilik kapal untuk dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.