“Bandingkan dengan sekarang. Dalam kurun dua hari ini saja kasus baru yang masuk dan terdeteksi hanya tiga orang. Semoga terus menurun semua,” kata Bupati.
Indartato mengatakan, Pemkab Pacitan bersama instansi terkait berhasil mengendalikan penularan infeksi virus Hepatitis A dengan upaya penanggulangan intensif, menyusul penetapan penularan penyakit itu sebagai KLB. Upaya itu didukung Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, Universitas Airlangga, dan para relawan.
“Kalau kasus baru Hepatitis A tidak lagi muncul, maka status Kejadian Luar Biasa kemungkinan akan diakhiri pada pertengahan bulan,” ujarnya.
Pemkab Pacitan sebelumnya menetapkan status KLB Hepatitis A pada 25 Juni 2019. Saat ditetapkan KLB, jumlah penderita sebanyak 581 pasien. Empat hari berikutnya, meningkat menjadi 957 orang. Jika dirata-rata terjadi lonjakan 100 orang per hari.
Banyaknya pasien membuat puskesmas kelebihan pasien. Sebagian pasien dirawat di lorong puskesmas.